Ketika pagar2 pembatas kebebasannya tiada lagi ...
Langkahnya tak terhalang lagi,
Pandangannya tak lagi terbentur dinding dan jeruji besi,
Dia mengawali kehidupannya seakan bangkit dari mati,
Pasti ...!
Tiada ragu tiada beban di hati,
Sekian lama mencari apa yang mereka tiada perduli,
Aku bukan mereka dan aku perduli,
Hidup suatu petualangan dan yang menemukan hanya yang mencari,
Yang bertanya pantas mendapat jawab yang pasti,
Pasti ...?
Tiba2 heningpun terusik dan waktupun seakan terhenti,
Ada tanya yang menyelinap di cela2 sepi,
Pasti ...!?
Terlahir dan hidup serta mati telah pasti,
Apa lagi yang kalian cari ?!,
Sejuta tanya pernah menghampiri,
Sejuta fatwa pernah mendakwa diri ini,
Telah terlangkahkan kaki ini dengan keyakinan di hati,
Mencari ...
Aku tidak mencari kalian dan aku tidak mencari yang kalian cari,
Kalian tak perlu mencari apa yang aku cari,
Aku mencari aku yang hampir2 tak kukenali,
Aku mencari aku yang selama ini kubiarkan sendiri,
Aku yang selalu menemani meski aku tak perduli,
Jiwaku yang lebih mengenal Sang pasti,
Jiwa yang tunduk patuh diawal janji,
Jiwa yang akan tetap tunduk patuh hingga akhir janji,
Kini telah kutemukan kembali,
Meski tiada terlahir kembali diri ini tapi seakan telah bangkit dari mati,
Tuulijulaila finnahaari watuulijun nahaara fillaili,
Watukhrijul hayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyi,
Watarzuqu man tasyaau bighairi hisaab,
ai sungkar ...